HAWARIY

Juli 12, 2007 at 9:27 pm (Akhlak, Akidah, Dakwah, Fiqh, Ghazwul Fikri, Hikmah, Nabi Muhammad SAW, Renungan, Sejarah, Tafsir Al Quran)

Apa arti al Hawariyyun? Apa jawaban Al Hawariyyun ketika diajak untuk membela agama Allah? Bagaimanakah aktivitas mereka?

Hawary berarti pembela atau pengikut setia. Kata hawary tidak ditemui dalam Al Qur’an, tetapi bentuk jamaknya Al Hawariyyun disebut sebanyak 3 kali, yaitu dalam surat Ali Imran/3:52, Al Maidah/5:112, dan Ash-Shaf/61:14 . Al Hawariyyin disebut sebanyak 2 kali, yaitu dalam surat Al Maidah/5:111 dan Ash-Shaf/61:14.

Berikut ini penggunaan kata Al Hawariyyun/Al Hawariyyin dalam Al Qur’an:

Ali Imran/3 :52
Maka tatkala ‘Isa mengetahui keingkaran mereka berkatalah dia,’Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? Al Hawariyyun menjawab,’Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah ; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri’.

Dari ayat di atas dapat dilihat kesetiaan dan kesiapan al hawariyyun untuk menjadi penolong-penolong agama Allah. Pertolongan dalam pembelaan agama Allah diberikan bukan hanya ketika pembawa risalah kenaran berada dalam keadaan senang, tetapi juga ketika pembawa kebenaran itu berada dalam keadaan yang terdesak oleh musuh-musuhnya.

Al Maidah/5:111
Dan (ingtlah) ketika awhaiytu (Aku wahyukan/ilhamkan) kepada Al Hawariyyin,’Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku’. Mereka menjawab,’Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)’.

Adanya penggunaan kata awhaiytu (Aku ilhamkan) memungkinkan al hawariyyun mempunyai pengetahuan yang diperoleh secara instuitif. Artinya tanpa proses belajar sebagaimana yang dialami manusia pada umumnya.

Al Maidah/5:112 – 113
Ingatlah ketika Al Hawariyyun berkata,’Hai ‘Isa putera Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?’. Isa menjawab,’Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang bersyukur’. Mereka berkata,’Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami (tathmainna qulubuna) dan supaya kami mengetahui bahwa kamu berkata benar kepada kami dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan) itu’

Pada ayat di atas terdapat kata tathmainna qulubuna yang berarti agar hati kami menjadi tenang. Kalimat yang relatif sama juga digunakan oleh nabi Ibrahim ketika nabi Ibrahim ingin mengetahui,’Bagaimana Allah menghidupkan sesuatu yang mati?’ Lalu Allah bertanya,’Apakah kamu tidak percaya?’. Ibrahim menjawab,’Sekali-kali tidak, akan tetapi liyathmainna qalby (agar hati kami menjadi tenang)’(Kisah lengkap peristiwa ini terdapat dalam surat Al Baqarah/2: 261). Melalui dua kejadian (Al Hawariyyun dan nabi Ibrahim) sangat tepat kiranya jika setiap pengikut setia kebenaran merasakan sesuatu yang menyebabkannya liyathmainna qalby sebagai bekal untuk menjadi pembela kebenaran. Hal ini akan diperoleh jika seseorang mengalami secara langsung (pengalaman keagamaan) bukan hanya sekedar sebuah informasi. Sebagai contoh jika Anda seorang yang suka berinfak, pastikanlah bahwa Anda merasakan kenyamanan dalam berinfak.

Tampaknya sudah menjadi sunnah Allah bahwa dalam sebuah perjuangan penegakan kebenaran selalu diperlukan adanya al hawariyyun. Ketika Rasulullah saw terjepit mengembangkan dakwahnya di Makkah Beliau berkata,’Adakah orang yang akan menolongku sehingga aku dapat menyampaikan risalah Tuhanku karena orang Quraisy telah menghalangi jalanku untuk menyampaikan risalah Tuhanku’(lihat tafsir Ibn Katsir). Pernyataan rasulullah ini ternyata terealisasi dengan bergabungnya suku ‘Aus dan Khazraj dalam pangkuan Islam. Kemudian mereka yang menolong Rasulullah pada peristiwa hijrah disebut sebagai kaum Anshar. Sebagai sosok pembawa risalah dakwah, rasulullah saw pernah mengungkapkan hawarynya,’Setiap rasul itu mempunyai hawary dan hawaryku adalah Zubair bin Awwam”(salah satu dari 10 orang yang dijamin penghuni surga)


Tampaknya sudah menjadi sunnah Allah bahwa dalam sebuah perjuangan penegakan kebenaran selalu diperlukan adanya al hawariyyun !


2 Komentar

  1. sugeng purwanto said,

    kalau tak salah, menurut Bible (kalo ini boleh jadi rujukan) Hawari itu nama kaum, suku. Jadi tidak tepat kalau diartikan penolong.

  2. Ukhty said,

    Alhaqu miRobbika: kebenaran itu dari Robbmu: siapa Robbmu?? Alloh!: Al Quran lah firman Robbmu didalamnya terdapat alhaq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: