IKHTILAF

Juli 4, 2007 at 9:44 pm (Akhlak, Dakwah, Fiqh, Hikmah, Nabi Muhammad SAW, Renungan, Sejarah, Tafsir Al Quran)


Bagaimana sahabat menghadapi perbedaan pendapat yang terjadi diantara mereka? Apa pelajaran yang bisa diambil dari perbedaan pendapat sahabat Rasulullah saw?

Perbedaan pendapat diantara para sahabat sudah terjadi sejak pada masa Rasulullah saw, perbedaan pendapat ini terjadi pula pada masa khalifah Abu Bakar ra. Berikut ini beberapa perbedaan diantara dua sahabat:

Abu Bakar dan Umar

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui(At Taubah/9:103)

Sepeninggal Rasulullah ada sebagian ummat Islam yang enggan untuk mengeluarkan zakat, kepada mereka yang enggan mengeluarkan zakat ini terjadi perbedaan pendapat antara Abu Bakar dengan Umar mensikapinya. Abu Bakar menghendaki sikap yang tegas atas mereka, sementara Umar menghendaki cara yang lemah lembut.

  • Abu Bakar, ’Demi Allah sekiranya mereka tidak mau menyerahkan kepadaku sekalipun hanya seekor anak kambing, tentu akan aku perangi mereka’
  • Umar, ’Bagaimana Engkau memerangi mereka padahal Rasulullah saw telah bersabda,’Saya diperintahkan untuk memerangi manusia, hingga mereka mengucapkan lailaha illallah. Barangsiapa yang mengucapkannya maka terpeliharalah dariku jiwa dan hartanya, kecuali dengan haq, dan cukup perhitungannya kita serahkan kepada Allah’
  • Abu Bakar,’ Sesungguhnya zakat adalah hak harta dan untuk itu kita berhak memerangi kaum murtad’ selanjutnya berseru kepada Umar,’Saya senantiasa mengharapkan bantuanmu, mengapa justeru engkau menentang dan enggan membantuku? Apakah Engkau hanya perkasa di jaman jahiliyah saja dan menjadi pengecut di jaman Islam?
  • Umar,’ Saya memahami bahwa Allah telah membuka dada Abu Bakar untuk berperang sehingga sadarlah saya bahwa dia itu benar’

Umar dan Abdullah bin Mas’ud

Perbedaan antara Umar dengan Abdullah bin Mas’ud relatif banyak, salah satu diantaranya tentang perkataan seorang suami kepada isterinya ,’Kamu haram bagiku’. Abdullah bin Mas’ud mangkategorikan kalimat itu sebagai sumpah, sementara Umar mengaktegorikan jatuhnya talak satu si suami kepada isterinya. Walaupun mereka sering berbeda pendapat, namun mereka saling menghargai.

Suatu saat Abdullah bin Mas’ud berkata tentang Umar,’Sekiranya ilmu Umar diletakkan pada salah satu daun timbangan dan ilmu manusia seluruhnya pada daun timbangan lainnya, masih lebih berat ilmu umar’. Pada suatu saat ketika umar melihat Abdullah bin Abbas dari kejauhan, Umar berkata,’Sungguh ia terpelihara oleh kefaqihan dan ilmunya’

Berbeda dalam pemahaman memang sangat dimungkinkan terjadi, tetapi pada tataran aplikasi salah satu dari pemahaman itu harus ditegakkan. Pemahaman itu dipilih yang paling sesuai dengan syariat, selanjutnya disepakati oleh jumhur ulama. Sahabat telah memberikan contoh yang baik ketika berbeda pendapat, bukankah kita juga bisa meneladaninya?

Dimuat Buletin Jum’at Hanif, pekan ke-4 Oktober 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: