AL MARIDL

Juli 4, 2007 at 9:08 pm (Akhlak, Akidah, Dakwah, Fiqh, Hikmah, Renungan, Tafsir Al Quran)

Apa arti kata maridl? Bagaimana penggunaan kata maridl dalam Al Qur’an? Adakah orang yang sehat fisik, namun hatinya berpenyakit?

Al Maridl artinya penyakit. Kata al maridl disebut sebanyak 2 kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surat An Nur/24:61 dan surat Al Fath/48:17. Adapaun kata mardlun (yang memiliki akar kata yang sama) digunakan sebanyak 12 kali, beberapa diantaranya: Al Baqarah/2:10, Al Maidah/5: 52, dan Al Anfal/8:49.

Secara garis besar penyakit dapat dikategorikan menjadi 2 , yaitu penyakit fisik dan penyakit hati. Kedua penyakit ini disebut dalam Al Qur’an sebagaimana yang terdapat dalam ayat-ayat berikut:

Penyakit Hati
Dan dari sebagian manusia ada yang mengatakan beriman kepada Allah dan hari akhir, padahal tidaklah dia beriman. Merka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, dan tidaklah mereka menipu kecuali diri mereka sendiri. Di hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya… (Al Baqarah/2: 9-10). Supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir mengatakan,’Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?’ (Al Muddatstsir/74:31).

Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan RasulNya, agar rasul mengadili di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Tetapi jika keputusan itu untuk kemaslahatan mereka, mereka datang kepada Rasul dengan patuh. Apakah ketidakdatangan mereka itu karena di dalam hati mereka ada penyakit atau karena mereka ragu-ragu atau karena takut kalau-kalau Allah dan rasulNya berlaku dzalim, sebenarnya merekalah orang-orang yang dzalim (An Nur/24:48-50)

Ketiga ayat ini memberi gambaran tentang adanya penyakit hati yang berupa keragu-raguan akan adanya Allah dan hari akhir, serta keragu-raguan tentang kebenaran ayat-ayat qauliyahNya. Kebanyakan penderita penyakit ini adalah orang-orang kafir dan orang-orang munafik, serta tidak menutup kemungkinan orang-orang yang masih lemah keimanannya.

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah sama seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya (Al Ahzab/33:32) Ayat ini memberi gambaran tentang adanya penyakit hati yang berupa keinginan untuk mengumbar hawa nafsu-syahwat-. Penyakit ini lebih bersifat umum, artinya kaum musliminpun pada umumnya berpeluang sama untuk menderitanya.


Penyakit Fisik
Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayammumlah kamu dengan tanah yang baik (An Nisa/4:43). Dan barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa, sebanyak puasa yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain (Al Baqarah/2:185).

Ayat di atas menjelaskan tentang keberadaan penyakit yang bersifat fisik yang dapat menjadi penyebab seseorang untuk mendapatkan keringan-keringanan hukum. Orang yang sakit dapat melakukan tayammum sebagai pengganti wudlu, orang sakit dapat keringanan untuk tidak berpuasa dan dapat menggantinya di hari yang lain.

Informasi tentang penyakit masih bersifat umum, hal ini memberi peluang kepada manusia untuk menelitinya lebih detil lagi, bagaimana mencegahnya, apa penyebabnya, dan bagaimana menyembuhkannya. Semakin kenal dengan jenis penyakit, akan semakin mudah mengantisipasinya!

Dimuat pada Buletin Jum’at HANIF, pekan ke-1 Maret 2005

1 Komentar

  1. Tengku khairunnisa said,

    Kurang lengkap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: