DAKWAH

Juni 29, 2007 at 7:05 pm (Dakwah, Ghazwul Fikri, Hikmah, Nabi Muhammad SAW, Renungan, Sejarah, Tafsir Al Quran)

Kekafiran semakin merajalela di berbagai sisi kehidupan, mungkinkan dakwah ilallah tetap dilakukan?Bagaimana nasib akhir para rasul dalam menghadapi kaumnya?


Sudah menjadi sunnatullah, bahwa penerus kebaikan akan menyerukan kebaikan dan penerus kebatilan akan menyeru kepada kepada kekafiran. Akhir-akhir ini terasa kekafiran tersosialisasi dengan cepat, sehingga tantangan dan hambatan berdakwah semakin terasa lebih berat. Kekuatan orang-orang kafir mendominasi di berbagai dimensi kehidupan, politik, pendidikan, ekonomi dan yang lainnya. Dengan melihat keadaan ini tidak heran jika ada da’I yang merasa lemah dan tak berdaya menghadapi rintangan dan tantangan dakwah dihadapannya.

Namun kaum muslimin (khususnya dai) tidak seharusnya merasa lemah, melihat kekuatan dan tipudaya orang-orang kafir. Sebab pada perjuangan orang-orang terdahulupun kekuatan orang-orang kafir pada awalnya lebih dominan dari orang-orang Islam. ‘Dan apakah mereka tidak melakukan perjalanan di muka bumi ini, lalu memperhatikan akibat orang-orang sebelum mereka. Mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengadzab mereka disebabkan dosa-dosa mereka…’(Al Mukmin/40:21-22)


Beberapa kejadian pada para rasul berikut ini, semoga dapat menambah keyakinan para da’I bahwa pertolongan Allah itu pasti terjadi:

Nuh as
Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)(Al A’raf/7:64)

Hud as
Dan tatkala datang adzab Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka di akhirat dari adzab yang berat’(Huud/11 :53)

Shalih as
‘… Maka tatkala datang adzab Kami, Kami selamatkan shalih beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya’(Hud/11 :66-67)

Luth as
‘Kemudian Kami selamatkan dia (Luth) dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertingga (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang berdosa’(Al A’raf/7:83-84)

Syuaib
“Dan tatkala datang adzab Kami, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami, dan orang-orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang menggelegar lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.” ( Huud/11: 94)

Bagaimanapun canggihnya rekayasa orang-orang kafir untuk menghancurkan Islam, tidak selayaknya ummat Islam menyerah dan merasa tak berdaya. Sebab para rasul terdahulu telah membuktikan bahwa kemenangan itu akan diberikan kepada pembela kebenaran yang sungguh-sungguh dalam memperjuangkannya. Lari dari dakwah bukan jawaban untuk menghadapi kekafiran, masuklah (libatkanlah) diri kita dalam gerakan dakwah! Karena kita tidak tahu secara pasti melalui tangan siapa Allah akan membangkitkan ummat Islam ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: