AL KAUTSAR

Juni 29, 2007 at 7:21 pm (Akidah, Dakwah, Fiqh, Ghazwul Fikri, Hikmah, Renungan, Tafsir Al Quran)


Apa arti kata al kautsar? Bagaimana asbabul nuzul surat al kautsar? Bagaimana pemahaman ulama mengenai kata al kautsar ini?

 

Al kautsar berarti kebajikan yang banyak. Kata alkautsar berasal dari kata katsiir yang digunakan untuk menunjukkan pada sesuatu yang kuantitas atau kualitas tinggi. Kata al kautsar hanya disebut sekali dalam al Qur’an, yaitu dalam surat Al Kautsar/108:1. Al kautsar sekaligus menjadi nama dari surat yang ke 108 ini, namun ada juga yang memberi nama surat ini dengan surat an Nahr.

Terdapat beragam riwayat yang menceritakan tentang asbabaun nuzulnya surat ini, salah satu diantaranya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as Suddi. Ketika putera Rasulullah saw (Al Qasim) meninggal, al ’Ashi bin Wail berkata bahwa Muhammad telah terputus keturunannya, maka turunlah surat al Kautsar/108: 3 (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus). Riwayat yang senada dikatakan bahwa ’Uqbah bin Abi Mua’ith berkata,’Tidak seorang anak laki-lakipun yang hidup bagi nabi saw, sehingga keturunannya terputus’. Ayat ini (Surat al Kautsar/108:3) turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu (R. Ibn jarir). (Lihat asbabun nuzul surat al Kautsar, Qomaruddin shaleh, dkk)

Para ulama memberikan beberapa pemahaman mengenai makna kata al Kautsar sebagaimana berikut ini:

Sungai di surga
Anas bin Malik mengatakan bahwa kami berada di sekeliling Rasul, tiba-tiba Beliau terlena sebentar kemudian Beliau mengangkat kepala dan bersabda,’Diturunkan kepadaku tadi satu surah’. Lalu Beliau membaca surah al Kautsar dan bersabda,’Tahukah kalian apa al Kautsar?. Kami menjawab,’Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. Lalu Beliau melanjutkan,’Ia adalah sungai yang dijanjikan Tuhan kepadaku. Disana terdapat banyak kebajikan. Ia adalah telaga yang banyak didatangi (untuk diminum) ummatku pada hari kiamat’ (HR.Muslim).

Berdasar hadits ini mayoritas ulama mengatakan bahwa surat al Kautsar diturunkan di Madinah, karena Anas bin Malik baru masuk Islam pada masa awal hijrah nabi Muhammad saw ke Madinah.

Keturunan nabi Muhammad saw
Sebagaimana disebutkan di atas bahwa salah satu sebab turunnya ayat ini adalah adanya tuduhan dari kafir Qurays kepada Rasulullah sebagai seseorang yang terputus keturunannya karena kematian puteranya. Ada ulama yang mengatakan bahwa tidak tepat jika Rasulullah dikatakan terputus keturunannya sebab ada keturunan Rasullah saw yang berasal dari keturunan Fatimah (putri Rasulullah saw). Salah satu pertimbangan pendapat ini adalah pernyataan Abi Bakrah,’Aku mendengar Nabi saw yang ketika itu berada di atas mimbar dan Hasan berada di sampingnya, sekali memandang kepada hadirin dan sekali memandang kepada beliau,’Anakku ini (sambil menunjuk kepada Hasan) adalah sayyid, semoga Allah melakukan ishlah melalui (jasa)-nya antara dua kelompok kaum muslimin’ (HR.Bukhari)

Banyak dalam kuantitas atau kualitas
Pendapat ini berdasar pada pernyataan Ibnu Abbas, ketika disampaikan pendapat yang menyatakan bahwa al kautsar adalah sungai di surga, beliau menjawab,’Itu sebagian dari al kautsar yang dijanjikan Allah kepada Nabi-Nya’ (M.Qurays Syihab). Artinya jika sungai di surga merupakan sebagian dari al Kautsar yang dijanjikan Allah kepada NabiNya, berarti masih banyak lagi al kautsar-al kautsar lainnya. Oleh sebab itu ada ulama yang mengartikan al kautsar dikembalikan kepada makna harfiyah kata ini yaitu banyak, banyak dalam hal kualitas ataupun kuantitasnya.

Walaupun kata al Kautsar pada konteks surat al Kautsar ditujukan kepada Rasulullah saw (karena menggunakan kata ganti ka/kamu), namun tidak berlebihan kiranya jika kita juga berharap untuk memperolehnya. Apalagi jika dikaitkan dengan makna al kautsar yang dapat bermakna sangat luas sesuai dengan makna harfiyah kata. Semoga kita juga memperoleh al kautsar -dapat minum telaga di surga, mempunyai keturunan shalih/shalihah, dan karunia Allah lainnya! Amin.

About these ads

16 Komentar

  1. Amir Bin Yusoff said,

    Salam.
    1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (Tiada cerita ttg akan datang tetapi lebih kepada sebelum dan ketika turunnya surah Al-Kautsar ini).
    2. Maka dirikanlah solat kerana Tuhanmu dan berkorbanlah. (Menjurus kepada perintah mengenai ketaatan selepas bersyukur akan nikmat2 Allah, lantas wajib ‘berkorban’ sama ada ‘meminjamkan’ kepada Allah harta di jalan Fiisabilillah atau apa jua bentuh korban dan pengorbanan yg lain).
    3. Sesungguhnya orang yg membercimu itu terputus (dari rahmat Allah). (Sesiapa yg membenci Rasulullah dan umat Islam akan terputus berbagai ‘rasa nikmat dan kenikmatan’ kerana ‘jiwa orang yg memusuhi sesama islam atau orang kafir terhadap orang Islam jiwa mereka sering tidak tenang).
    Sukalah sekiranya pihak tuan dapat mencerahkan la.gi mengenai kehebatan surah ini. Sekian. Wasallam.

    • Adypa said,

      Apakah anda seorang muffasir/ahli tafsir ?

  2. ALFIN AYUNINGTYAS said,

    TOLONG TAMPILKAN KALIGRAFI SYRAT AL-KAUTSAR YANG PALING NYENI SEKARANG JUGA

  3. tayep said,

    kalo bisa cantumkan catatan kakinya dong…./referensi

  4. tri wahyuningsih said,

    Alhamdulilah putra kedua kami yg lahir tgl 22 des kemarin,
    kami memutuskan memberinya nama muhamad faiz al kautsar
    setelah mengetahui arti dari Al Kautsar & isi yg terkandung dlm surat tsb sangat bagus….
    Apakah tdk apa2 kami memberikan Al Kautsar dlm nama anak kami???

  5. sh.nana said,

    sy pernah bermimpi tentang sekumpulan lelaki berpakaian serba putih, berserban dan berjubah datang berkunjung ke rumah
    bila sy bertanya, salah seorang menyebut2kan namanya Sayyid Kautsar
    sy terus menyebut namanya hingga terjaga pun sy mengulanginya
    sy mimpi sblm subuh…hingga sekarang sy masih teringat suasana itu

  6. arti Kautsar « i'm HIS cutest one, HIS sweetest one, said,

  7. Kausar Jamaludin said,

    al kausar namanya sedap di panggil…

  8. Suhanto kastaredja said,

    Very good surah and impressed me a lot

  9. elfan said,

    APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. yakni para isteri dan anak-anak beliau.

    Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifat dan maknanya menjadi universal terdiri dari:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ke-’nasaban’-nya, sayang tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

    Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

    Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

    Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, artinya kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang dijadikan patokan nasab seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya bukan dari anak lelakinya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

    Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.

    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Kesimpulan dari tulisan di atas, bahwa pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya seperti Saidina Hasan dan Husein maupun yang perempuan bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

    Kalaupun ada anggapan kini ada yang ngaku keturunan nabi atau rasul, ya mereka mengambil nasab yang zigzag dari Bunda Fatimah lalu ke anak lelakinya Saidina Ali seperti Saidina Hasan dan Husein. Yang pasti, Saidina Hasan dan Husein adalah ‘keturunan’ Saidina Ali bin Abi Thalib. Terlebih lagi jika merujuk pada QS. 33:4-5 dan hadits tersebut, maka tetap saja yang ngaku-ngaku sebagai keturunan nabi saat ini adalah keturunan Saidina Ali bin Abi Thalib bukannya keturunan Saidina Muhammad SAW.

    • Adypa said,

      Apakah anda seorang muffasir/ahli tafsir ?

  10. cici wulandari said,

    rencana nya anak kami jika laki2 diberi nama al-kautsar machmud.. td sya bca bgus juga makna nama nya. :)

  11. Drajad Sadewa said,

    Smua nama itu baek, yg ptg mempunyai makna keimanan & ketakwaan. Insya ALLAH

  12. Sesungguhnya smua nama2 itu baek, yg ptg mmpunyai makna keimanan & ketakwaan. Insya ALLAH said,

    Al-Qur’an wordp

  13. Bambang S said,

    Sesungguhnya smua nama itu baek,yg ptg punya makna keimanan dn ketakwaan. Insya ALLAH

  14. Muhammad syam Al-aidid said,

    izin save

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: