NIKMAH
Apakah nikmah itu? Siapa yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmah yang jalan hidupnya selalu diminta dalam setiap shalat?
Secara bahasa nikmah artinya karunia atau anugerah. Kata nikmah ditemui tidak kurang dari 34 kali dalam Al Qur’an, beberapa diantaranya: Al Baqarah/2:211, Ali Imran/3: 103, dan Al Maidah/5:7. Pengertian tentang nikmah perlu dipahami secara benar karena setiap kali membaca al Fatihah dalam shalat seseorang meminta jalan yang lurus. Dan yang dimaksud dengan jalan yang lurus adalah jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmah, bukannya jalan orang-orang yang dimurkai-Nya dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat (lihat surat al Fatihah/1:6 – 7)
Berikut beberapa konteks penggunaan kata nikmah dalam Al Qur’an:
An Nisa/4:69
‘Dan barang siapa yang mentatai Allah dan Rasul Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberi nikmah oleh Allah, yaitu: para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya’
Al Maidah/5: 23
‘Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberikan nikmah atas keduanya,’Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman’
Ketika Musa as menyerukan kaumnya untuk memasuki Palestina, kaumnya merasa keberatan karena di Palestina ada orang yang gagah perkasa, pada saat itu tampillah dua orang yang telah diberi nikmah oleh Allah tersebut.
Maryam/19:58
‘Mereka itulah orang-orang yang telah diberi nikmah oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis’
Al Ahzab/33:37
‘Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang-orang yang telah Allah beri nikmah dan kamu (juga) telah memberi nikmah kepadanya,’Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah’..” Yang disebut telah diberi nikmah dalam ayat ini adalah Zaid bin haritsah. Penyebutan diberi nikmah itu karena Zaid telah mendapat hidayah, seorang muslim, dan menjadi pengikut nabi Muhammad saw (lihat tafsir Ibnu Katsir)
Dari beberapa penjelasan tentang orang yang diberi nikmah oleh ALlah di atas bisa dilihat bahwa nikmah itu tidak identik dengan kenyamanan-kenyamanan duniawi. Sebab ketika melihat kehidupan para nabi, tidak semua mereka hidup dalam keadaan kaya atau menjadi penguasa, hal yang sama juga terjadi pada kehidupan para syuhada. Salah satu contoh tokoh syuhada’ Hamzah misalnya, pada saat wafatnya – waktu peperangan uhud- dadanya dibelah dan hatinya dimakan oleh Hindun. Suatu keadaan kematian yaang secara fisik dilihat kurang menyenangkan, namun Allah swt mengkategorikannya sebagai orang-orang yang Allah telah beri nikmah. Jadi dapat kiranya disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan orang telah diberi nikamah itu adalah orang yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap kebenaran dan upaya penegakannya.
Ketika meminta kepada Allah agar ditunjuki jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmah, berarti kita telah meminta jalan kehidupan para nabi, para syuhada, para shiddiqin dan orang-orang yang shalih. Mari kita sadari apa yang kita minta kepada Allah, dan kita upayakan mewujudkannya. Ya Allah tunjuki kami jalan para nabi, syuhada, shiddiqin, dan orang-orang shalih!

